Ziarah Makam Gusdur : Makam Yang Tak Pernah Sepi

 

Ziarah Makam Gusdur Sumber: dokumentasi pribadi

Perjalanan ku dimulai saat matahari mulai naik keperaduannya, menyinari setiap ruang kehidupan. Aku dan temenku bergegas menuju suatu tempat yang mungkin sebagian besar orang mengetahui tempat ini.

Masih dengan kota Jombang, perjalan kali ini tidak berhenti di kuliner saja. Tidak pas rasanya jika berkunjung ke daerah yang kental dengan budaya religi kita tidak ziarah.

Jombang...

Ya, sebutan kota santri bagi khalayak umum, tidak heran jika berkunjung ke tempat ini kita wajib ziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, yaitu Abdurrahman Wahid atau akrab dipanggil Gusdur. 

Perjalanan yang menghabiskan kurang lebih 20 menit dari pusat kota cukup memberikan sensasi sendiri bagi saya.

Sepanjang perjalanan terdapat pondok pesantren, mulai dari pondok pesantren modern hingga tradisional. 

Saat tiba di makam kita disuguhkan dengan berbagai macam ornamen identik gusdur yang dipajang, mulai dari museum hingga tugu pintu masuk makam.

Sebelum masuk makam kita akan berjalan menyusuri pasar yang menjual berbagai makanan dan ornamen khas gusdur. 

Sebagai orang awam yang baru pertama kali ziarah ke makam gusdur, aku dan temenku kaget dengan banyaknya peziarah yang datang dari berbagai kota.

Kami berangkat hari minggu yang merupakan hari weekend. 

Namun siapa sangka, hari libur nyatanya semakin membuat makam gusdur ramai pengunjung. 

Selama di perjalanan kita berjalan secara desak-desakan karena padatnya peziarah yang datang. Kebanyakan peziarah membawa rombongan dan berjalan secara berkelompok agar tidak berpencar denngan rombongannya.

Dari penuturan keamanan makam mengatakan bahwa "setiap hari makam gusdur selalu ramai, tetapi tidak seramai ketika hari libur. selain hari libur rombongan yang datang sekitar 3 - 4 bus. Namun jika hari libur hingga hari haul gusdur bisa sampai puluhan bus setiap hari mbak". 

Jadi tidak heran ada ungkapan mengatakan bahwa " sampai saat ini gusdur belum ditanya oleh malaikat karena para peziarahnya paling banyak setiap hari". Ntah ini mitos atau hanya lelucon belaka, tetapi kata-kata ini saya dapat saat ziarah di makam beliau.



Hal menarik yang dapat saya kaji dari tempat ini adalah gerbang menuju ke makam yang harus melewati pintu utama Pondok Pesantren Tebuireng. 

Sebagaimana kita ketahui, Pondok Pesantren Tebuireng adalah salah satu pesantren terbesar di Kabupaten Jombang Jawa Timur yang didirikan oleh K.H. M. Hasyim Asy'ari pada tahun 1899 yang berlokasi di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Setelah memasuki pintu utama kita akan berjalan menyusuri lorong pintu gerbang untuk sampai ke makam Gusdur.

Perihal keamanan tidak diragukan lagi, karena disini petugas keamanan selalu siap siaga menjaga para peziarah untuk tetap kondusuuf selama didalam makam.

Bagi kalian yang ingin berkunjung ke wisata religi makam Gusdur wajib banget mengetahui jam kunjung ziarah. Jam kunjung ziarah pagi hari dimulai dari pukul 08:00 sampai 15:00 WIB. Jika malam hari dibuka lagi pada pukul 20:00 - 02:00 WIB. 

Komentar