Wisata Kebun Strawberry Sapikerep Mengalami Penurunan ?

Kebun strawberry desa sapikerep, sukapura (dokumen pribadi)

Sapikerep, pandemi menjadi salah satu kendala bagi perkembangan kebun strawberry di Kabupaten Probolinggo khususnya desa Sapikerep. Pandemi terjadi kurang lebih 2 tahun melanda Indonesia berdampak terhadap perolehan hasil panen strawberry.

Kebun strawberry di desa Sapikerep memiliki dua jenis strawberry berbeda, cara membedakan kedua jenisnya sangat mudah. dilihat dari paling dasar, bunga kedua strawberry tersebut berbeda, ada yang berwarna putih dan merah. Pembeda kedua bunga tersebut menandakan laju pertumbuhan buah strawberry.

Dalam proses pertumbuhan, penanaman bibit sangat berpengaruh karena ini proses awal dalam menentukan kualitas strawberry. kondisi tanah dan iklim sekitar juga menentukan kesuburan buah strawberry. Dataran tinggi menjadi tempat paling cocok untuk penanaman buah strawberry karena cuaca yang dingin sesuai dengan buah ini. 

Sedangkan untuk dataran rendah, menurut bapak Suryono selaku pengelola kebun strawberry mengatakan bahwa, sebelumnya sudah pernah mencoba menanam buah strawberry di dataran rendah, dan hasilnya buah strawberry tidak dapat bertahan lama karena cuaca panas membuat buah menjadi kering. 

Beliau juga mengungkapkan bapak Suryono selaku pengelola kebun strawberry mengatakan bahwa pandemi berdampak pada pemasaran strawberry. Penerapan PPKM dan pembatas kegiatan masyarakat menjadi pendorong turunnya pemesanan strawberry dari masyarakat hingga villa/ hotel. Beliau juga menegaskan erupsi gunung bromo menjadi salah satu pemicu gagal panen.

kegagalan ini membuat pengelola kebun strawberry berhenti merawat kebun. Aktivitas wisata kebun strawberry ditutup total kurang lebih 1 setengah tahun. Hal ini membuat kebun rusak parah, bibit strawberry menjadi rusak, dan fasilitas wisata hancur karena dibiarkan begitu saja.

Buah strawberry desa Sapikerep (dokumen pribadi)

Jika dalam kondisi normal, kata bapak Suryono pendapatan strawberry meningkat dari hotel dan villa sekitar Bromo. Namun semejak pandemi Covid-19 omset pemesanan strawberry tidak ada. Kondisi inilah yang mengkhawatirkan banyak pihak dalam proses pertumbuhan strawberry. Pihak pengelola dibantu dana desa diharapkan dapat memulihkan pertumbuhan kebun strawberry, mengingat kebun strawberry saat ini masih dalam proses penanaman dari awal. 



Komentar