Adat pujan kawolu di desa sapikerep (dokumen pribadi)
Berbicara tentang adat Pujan Kawolu pasti erat kaitannya dengan masyarakat Hindu. Kawolu pada dasarnya memiliki arti ke delapan. Biasanya upacara ini jatuh pada bulan kedelapan (wolu) tahun Caka. Masyarakat Hindu percaya upacara Pujan Kawolu sebagai penutupan megeng.
Salah satu desa yang masih memegang teguh tradisi adat tersebut adalah masyarakat Bromo khususnya desa Sapikerep Kecamatan Sukapura. Desa yang terletak dibawah kaki gunung Bromo ini ternyata memiliki keunikan tersendiri. Saya pertama kali mengikuti upacara adat Pujan Kawolu dirumah kepala desa Sapikerep bapak Suwandi sebagai salah satu bentuk toleransi antar umat beragama.
Kawolu artinya ke delapan. Upacara ini jatuh pada bulan kedelapan (wolu) tahun Çaka. Pujan Kawolu sebagai penutupan megeng. Masyarakat mengirimkan sesaji kepada kepala desa, dengan tujuan untuk keselamatan bumi, air, api, angin, matahari, bulan dan bintang. Selanjutnya, masyarakat hindu memulai acaranya setelah magrib tepat di rumah kepala desa. Persembahan yang mereka bawa dari rumah untuk upacara tersebut sangat banyak sekali, mulai dari hasil pertanian hingga makanan. dan setelah di doakan makanan tersebut dibagikan kepada warga.
Masyarakat Hindu percaya upacara Pujan Kawolu ini untuk menghindari dari malapetaka berupa wabah penyakit, gempa bumi, dan musibah alam lainnya.
Tetapi yang sering jadi pertanyaan adalah kok bisa orang Islam mengikuti upacara adat orang Hindu?
Ternyata di desa Sapikerep Kecamatan Sukapura termasuk kampung Pancasila, masyarakat disana hidup berdampingan dengan keberagaman, nilai kehidupan yang rukun, tentram dan damai memberikan tempat tersendiri bagi masyarakat desa Sapikerep untuk menerima kita dalam mengikuti proses acara tersebut. Dari upacara Pujan Kawolu ini memberikan pelajaran penting bahwa manusia harus menjaga dan menghormati alam sekitar untuk kelangsungan hidup nanti.
👍
BalasHapus❤️
HapusSemangat, tetap berkarya gali dan publikasi hal itu sudah bentuk pelestarian serta toleransi serta mengandung bentuk Profil Pelajar Pancasila
BalasHapusNggih siap bapak, terimakasih banyak dukungan, semoga nantinya dengan karya ini dapat melestarikan budaya
Hapus