PUDARNYA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA OLEH BAHASA GAUL MEMBUAT KEKHAWATIRAN PUBLIK


Ragam budaya bahasa (Sumber: dokumen pribadi)

Berbicara mengenai penggunaan bahasa hal tersebut sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari, karena pada dasarnya penggunaan bahasa merupakan suatu bentuk interaksi antar manusia satu dengan lainnya dalam menyampaikan ide, gagasan, pendapat, dan perasaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa secara umum diartikan sebagai lambang. Sedangkan menurut istilah adalah alat komunikasi yang berupa sistem lambang yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Jadi tidak heran bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa Nasional, hal ini dibuktikan dengan diresmikan bahasa nasional setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia 18 Agustus 1945, dan juga dituangkan dalam ketetapan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36, yang menyatakan bahwa “Bahasa Negara Indonesia adalah Bahasa Indonesia”.

Tidak sampai disitu saja bahasa Indonesia ini juga memiliki banyak peranan dalam birokrasi masyarakat, dilihat dari bentuk negara indonesia yang beranekaragam suku dan bangsa menjadikannya sebagai bahasa persatuan. Disamping hal tersebut, bahasa juga dapat dijadikan alat integrasi dan adaptasi sosial. Meskipun tak jarang kita lihat penggunaan bahasa Indonesia juga terjadi penyimpangan.

Dewasa ini kita mendapatkan ancaman dari adanya pengaruh bahasa, yaitu masuknya bahasa gaul. Sebelum membahas lebih jauh tentang bahasa gaul, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa pengertian bahasa gaul dan pengaruhnya ?.

Bahasa gaul adalah bahasa khas remaja yang bersifat nonformal. Penggunaannya pun hanya terbatas pada kalangan tertentu saja, biasanya bahasa ini digunakan oleh para remaja. Tetapi faktanya bahasa gaul menjadi bahasa sehari-hari yang populer. Jelas ini menjadi ancaman besar bagi identitas nasioal, pasalnya bahasa yang dibangun demi kesatuan Indonesia malah dicampur adukkan dengan pengaruh bahasa asing.


A.    Konsep dan Pemahaman Tentang Penggunaan Bahasa Indonesia

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari yang namanya bahasa. Karena pada dasarnya bahasa adalah sebagai alat untuk berinteraski satu dengan lainnya dalam menyampaikan ide, gagasan, pendapat dan perasaan.

Mengutip dari pendapat ( Pateda ) seorang ahli bahasa menuturkan bahwa bahasa merupakan saluran untuk menyampaikan semua yang dirasakan, dipikirkan, dan diketahui oleh seseorang kepada orang lain. Bahasa juga memungkinkan manusia dapat bekerja sama dengan orang lain dalam masyarakat. Ini berkaitan erat dengan hakikat manusia sebagai mahkluk sosial memerlukan bahasa untuk memenuhi hasratnya. Bukan hanya itu saja bahasa bukan merupakan konsep indivual yang hanya dapat dipakai oleh penutur saja akan tetapi, pemakaian bahasa lebih tepat jika penutur dan mitra tutur saling memahami makna yang disampaikan. Hal yang mendasar dari konsep dan pemahaman tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar yaitu kita harus menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan konteks dan berbahasa yang selaras dengan nilai sosial masyarakat.

Peraturan yang berkaitan dengan penggunaan ragam bahasa juga tertuang dalam tulisan, pasalnya ragam bahasa tulis dan lisan merupakan dua konsep berbeda. Ragam bahasa tulis lebih menitik beratkan pada aspek penulisan dalam berkarya misalnya, karya ilmiah, skripsi, jurnal, novel dan sebagainya. Sedangkan ragam tulis lisan lebih berkaitan dengan kebutuhan komunikasi.

Sebenarnya jika kita berbicara mengenai konsep dan pemahaman akan ragam bahasa maka itu tidak akan pernah ada habisnya. Kita tahu betul Indonesia kaya akan keberagaman, jadi tidak heran jika disuatu wilayah dengan wilayah yang lainnya konteks penggunaan bahasanya berbeda misal, orang jawa dengan madura meskipun sama-sama satu wilayah tetapi tak jarang terlihat perbedaan dalam logat bicaranya.

Namun dewasa ini penggunaan bahasa indoenesia mulai mengalami pergeseran dari makna sebenarnya, baik dalam konteks kehidupan sehari-hari maupun dialam ranah publik. Kendala yang terjadi tidak lain disebabkan oleh arus pengaruh Globalisasi. Akhir-akhir ini dunia kian semakin canggih mulai dari sistem tekhnologi sampai Pendidikan mendapatkan imbas yang begitu besar.

Siapa sangka ternyata pengaruh jaman tekhnologi yang semakin canggih ini memperngaruhi pemuda Indonesia. Pada jaman inilah pemuda pemudi Indonesia berlomba-lomba menunjukkan eksitensi dirinya baik kepada teman-temannya sampai keranah publik bahwa dirinya gaul. Hal inilah yang menjadi problematika, sebab timbul kelakuan yang tidak teratur, gaya berpaikan yang mengikuti trend terkini dan yang lebih miris bahasa yang menjadi identitas dirinya tergeser oleh pengaruh bahasa asing akibat pengaruh globalisasi


B.     Masuknya Pengaruh Bahasa Gaul

Kasus pudarnya penggunaan bahasa indonesia

Pengaruh masuknnya bahasa gaul di Indonesia dewasa ini sangat marak terjadi, hal tersebut bukan semata-mata karena faktor eksternal tetapi faktor internal juga turut andil menjadi wadah dalam perkembangannya. Hal tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga kita, sebab kita berada di zaman yang serba canggih yaitu zaman globalisasi, arus pertumbuhan yang sangat cepat mulai dari teknologi, pendidikan, serta menyangkut sosial budaya, jadi tidak heran semakin canggih suatu peradaban semakin banyak pula imbas yang didapat.

Contohnya saja pengaruh masuknya bahasa asing atau yang akrab disebut bahasa gaul, dimana memiliki pengaruh yang cukup besar sekali andilnya. Pengaruh ini tidak hanya mengenai pemungutan kata-kata, tetapi juga meliputi struktur baik struktur morfologi ataupun struktur sintaksis.

Kita tahu betul, asal muasal bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu yang masih miskin kota kata yang struktur morfologi ataupun sintaksisnya harus di perkaya. Untuk dapat merumuskan setiap pendapat tidak mungkin hanya dengan bahasa yang miskin dan kekurangan kata-kata serta pembentukan kata yang tepat. Padahal sejak berabad-abad yang lalu, pengaruh bahasa asing telah masuk ke dalam bahasa Melayu berupa pemungutan kata-kata dari bahasa sanskerta seperti, agama, dewa, durhaka, neraka dan lainnya.

Sedangkan tantangan saat ini adalah pengaruh arus globalisasi terhadap penggunaan bahasa Indonesia. Penyebabnya tidak lain adalah dikalangan anak muda, sebab mereka merupakan celah yang sangat rentan dalam suatu peradaban, dan anak muda juga yang menjadi penentu generasi kedepan. (Slamet, 2014 : 58)

Sejalan dengan perkembangan zaman mau tidak mau kita di hadapi dengan kondisi kekhawatiran, sebab semakin hari marak terjadi pergeseran makna bahasa indonesia dan sikap yang bisa kita ambil sebagai anak muda adalah membentengi diri dari perkembangan masuknya arus globalisasi.

Sebenarnya pengaruh arus globalisasi memberikan dampak positif dan negatif terhadap bahasa Indonesia. Dampak positifnya bangsa Indonesia dapat mengikuti perkembangan internasional dengan lancar yang mana bisa mempererat tali persaudaraan antar negara. dan dampak negatifnya, bahasa Indonesia sedikit demi sedikit akan kehilangan makna sebenarnya sehingga mengalami pergeseran makna dan pada akhirnya berkurangnya bahasa sebagai identitas suatu bangsa.


C.    Upaya penanganan dalam mengatasi maraknya bahasa gaul.

Sebenarnya bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting dalam arus globalisai yang digunakan sebagai sarana dalam mendukung perkembangan budaya maupun ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Makhmudah (2018: 205) ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merupakan rangkuman dari sekumpulan pengetahun atau hasil pengetahuan serta fakta yang berdasarkan teori-teori  umum, diperoleh melalui serangkaian prosedur sistematik, diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang tertentu.

Oleh karena itu segala bentuk upaya dan penanganan nyata perlu diterapkan, agar kita khususnya anak muda bisa membentengi diri dari adanya pengaruh globalisasi terhadap bahasa Indonesia. Caranya sangat beragam, salah satunya dengan pembinaan kepada anak muda dan masyarakat akan pentingnya bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Hal ini dianggap sangat penting agar bahasa Indonesia tidak terombang-ambing di bawa oleh arus budaya asing yang tentunya bertolak belakang dengan identitas suatu bangsa. Dengan kata lain pemakaian bahasa Indonesia harus patuh dan sesuai dengan kaidah serta pedoman dalam berbahasa yang baik dan benar.

Sebagai kalangan muda kita harus mempunyai kesadaran akan cinta dalam berbahasa Indonesia, sikap positif yang dapat diambil adalah bagaimana memiliki sikap kesetian berbahasa yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Fakta mengungkapkan sebenarnya kita tidak dilarang menggunakan bahasa asing/gaul dalam kehidupan sehari-hari, tetapi perlu di garis bawahi penggunaanya tidak secara berlebihan dan tidak mengesampingkan penggunaan bahasa Indonesia, ini tidak lain adalah cara agar kita juga bisa berinteraksi dan bersaing dengan negara lain.

Oleh karena itu kesadaran diri dalam mengambil sikap positif terhadap masuknya bahasa asing sangatlah penting, ini terungkap melalui kesadaran bahwa bahasa Indonesia pun mampu memecahkan konsep yang rumit secara cermat. Dari sikap positif inilah memberikan kepercayaan diri kepada anak muda khususnya dikalangan mahasiswa bahwa bahasa Indonesia tidak ada bedanya dengan bahasa asing, sebab kita yakin setiap bahasa mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetapi yang menjadi point penting disini adalah bagaimana cara kita mempertahankan bahasa Indonesia di tengah-tengah arus globalisasi dengan mencintai penggunaan bahasa Indonesia. Sebab anak muda adalah generasi terdepan dalam memajukan suatu bangsa, jika anak mudanya cinta akan penggunaan bahasa Indonesia, sudah dapat di pastikan identitas dan jati diri suatu bangsa bisa berdiri kokoh di tengah arus globalisasi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Makhmudah, S. (2018). “Hakikat Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Modern dan Islam”. Al-Murabbi, 4(2): 202-217.

Y. Slamet. (2014). “Problematika Berbahasa Indonesia dan Pembelajarannya Edisi 2 “. Buku Graha Ilmu Yogyakarta. 58-59

Komentar