Transformnnasi
Digital Onboarding ke E-commerce UMKM: Kisah Ibu-Ibu Dusun Kedung Pawon
Membuat Keripik Bayam Mendukung Inovasi Sustainable Economic Development
Pendahuluan
Perkembangan ekonomi di
Indonesia saat ini masih dalam tahap pemulihan akibat masa pandemi Covid-19. Pandemi
yang terjadi kurang lebih 2 tahun melanda bangsa Indonesia menghambat laju arus
perekonomian sedangkan laju persaingan ekonomi semakin ketat. Untuk bisa
bersaing ditengah arus globalisasi dan tantangan zaman transformasi digital
digunakan sebagai jawaban menghadapi tantangan zaman. Padahal sejak tahun 2000
proses digitalisasi sudah secara luas ada dalam setiap kepentingan masyarakat.
Dengan memanfaatkan teknologi sebagai sumber utama memberikan peluang besar
bagi pelaku ekonomi dan usaha agar memperbesar peluang ekonomi mereka. Secara
singkat transformasi digital mampu membangun percepatan peluang pengembangan
masyarakat, pembangunan bisnis, dan berbagai isu sosial di masyarakat.
Perkembangan teknologi
memang sudah ada di beberapa dekade masa lalu yang dikenal dengan internet mainstream.
Maka, ditahun ini transformasi digital kembali hadir mendobrak stigma kegagapan
teknologi. Menurut (Morakanyane, 2017) mengatakan bahwa transformasi
digital adalah sebuah proses evolusi yang bertumpu pada kemampuan yang dimiliki
teknologi digital untuk menciptakan atau mengubah proses bisnis sehingga
menimbulkan nilai baru. Pengalaman baru berupa
kemudahan dalam bertransaksi, berbelanja, dan berkomunikasi membuka peluang
baru bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mengembangkan
bisnisnya di era perkembangan teknologi. Secara tidak langsung UMKM dapat
menembus ketatnya persaingan pasar global melalui sebuah inovasi. Salah satu
cara strategis yang dapat ditempuh adalah mampu mengimbangi antara peran
internal dan eksternal kearah smart economy yakni proses transformasi
dan akselerasi (onboarding) menuju ke E-commerce.
Pemberdayaan UMKM sebagai
penggerak roda perekonomian memiliki peran signifikan dalam mensejahterakan
masyarakat melalui peran digital. Kampanye dengan pemasaran digital menjadi
suatu keharusan mengimbangi arus global. Strategi marketing minimal melalui SMS
Marketing, E-mail Marketing, Search Engine Marketing, Social Media Marketing
dan Content Marketing memperluas akses ke marketplace seperti E-commerce
dalam mendukung inovasi Sustainable Economic Development. Melihat dari pernyataan
diatas penulis tertarik pengkaji transformasi digital Onboarding ke
E-commerce UMKM melalui sumber daya lokal yaitu ibu-ibu di Dusun Kedung
Pawong sebagai salah satu langkah pasti inovasi masa depan yang mendorong
perekonomian bangsa melalui gerakan-gerakan lokal
PEMBAHASAN
Perkembangan inovasi
teknologi membuat persaingan pasar dan bisnis semakin kompetitif. Laju
pertumbuhan di bidang ekonomi semakin meningkat. Banyak peluang bisnis
bertebaran di ruang lokal membuka kesempatan pelaku UMKM menembus ruang pasar.
Dilansir dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Tahun 2022 jumlah
UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan berkontribusi terhadap produk domestic
bruto (PDB) negara sebesar 61,07% atau
sebesar 8,573,89 triliun. Melihat dari data diatas menunjukkan bahwa hampir
separuh pendapatan PDB negara didorong oleh UMKM. Tentu peningkatan ini harus
di imbangi dengan perluasan akses penjualan dengan menyesuaikan perkembangan
zaman. Inovasi teknologi yang tepat dalam arus global adalah penerapan E-commerce.
Percepatan internet di dunia
dan semakin canggihnya teknologi memberikan peluang besar akses E-commerce
memenuhi sektor penjualan. Hal ini didukung oleh pengguna akses internet, menurut
data Internet Word Stat menyebutkan Indonesia adalah negara yang
menduduki peringkat keempat sebagai pengguna akses internet terbanyak sejumlah
55 juta orang. Sehingga teknologi digital memiliki pengaruh besar untuk
mewujudkan transformasi akselerasi UMKM menuju ke E-commerce. Penerapan E-commerce
menggunakan internet sebagai media pertama kali melalui platfrom digital, misal
menggunakan situs penjualan online sebagai bentuk transaksi penjualan mereka. Melihat
dari data diatas membuktikan peran teknologi tidak dapat terpisahkan dari
kehidupan manusia. Demi mencapai peran tersebut teknologi khususnya media massa
memberikan kesempatan dan fasilitas kepada pelaku UMKM untuk memperluas
penjualan bisnis di era digitalis.
Contoh nyata penerapan
pelaku UMKM melalui transformasi digital adalah kisah Ibu-ibu Dusun Kedung
Pawon Desa Sumber Kembar yang membuat Keripik Bayam. Kisah ini bermula saat
sebagian orang menganggap bayam sebagai makanan kambing dan makanan orang
miskin saja. Desa Sumber Kembar yang terletak di bawah gunung dengan jalan
sedikit menanjak yang rusak, rumah-rumah kayu, serta pekerjaan masyarakat yang
tak menentu dan hanya mengandalkan pertanian membuat desa ini menjadi salah
satu dusun yang dikatakan miskin oleh sebagian orang. Tetapi bagi warga desa
Sumber Kembar wilayahnya jauh dari kata miskin, menurut pernyataan beberapa
warga mengatakan mereka punya berhektar-hektar sawah untuk bercocok tanam dan
air segar tak terbatas yang mengalir dari gunung, tanahnya yang subur membuat
apa yang mereka tanam tumbuh,
Mayoritas penduduk didusun
Kedung Pawon bekerja sebagai petani, jadi tak heran banyak ibu-ibu menghasilkan
sayuran dari sawah mereka sendiri. berbagai jenis sayuran mereka tanam mulai
dari sawi, bayam, mentimun dan masih banyak lainnya yang nantinya diolah
menjadi keripik, misalnya keripik bayam. Mereka tak peduli ketika dusun lain
mencibir buat apa mengolah keripik bayam yang hanya menjadi makanan orang
miskin dan kadang dibuang. Tetapi fakta yang tidak diketahui oleh dusun lain
adalah keripik bayam memiliki daya jual beli dan kaya akan nutrisi yang tidak
kalah dengan tomat dan wortel. Hingga saat ini pelaku UMKM di desa Sumber
Kembar sudah mulai meningkat. Hal ini berdasarkan data yang saya peroleh
dilapangan membuktikan banyak ibu-ibu mengolah keripik bayam sebagai usaha
mereka. Sayangnya sebagian pelaku usaha di dusun Kedung Pawon masih belum bisa
memanfaatkan teknologi sebagai proses jual beli, minimnya pengetahuan menjadi
dasar utama ibu-ibu sulit beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Upaya yang dapat dilakukan
adalah bagaimana menerapkan transformasi digital Onboarding ke E-commerce
sebagai salah satu proses pemasaran produk. Langkah ini perlu dilakukan agar
usaha lokal dapat bersaing dengan produk luar, mengingat arus globalisasi
semakin canggih mengharuskan pelaku UMKM saat ini berbaur dengan yang namanya
teknologi E-commerce. Meskipun awalan ibu-ibu merasa kesulitan menggunakan
sistem penjualan E-commerce tetapi perubahan nyata sudah mulai terjadi,
ibu-ibu mulai banyak menerima orderan dari luar daerah. Menurut pengakuan
ibu-ibu pelaku UMKM mengaku sudah mulai terbiasa menggunakan sistem E-commerce
sebagai proses penjualan dan mereka mulai sadar akan kandungan nutrisi dari apa
yang mereka olah.
Harapan mereka dengan mengolah keripik bayam
sebagai usaha lokal dapat mengajarkan anak-anak akan pentingnya kandungan gizi
dari olahan keripik bayam dibandingkan jajanan luar. Anak-anak diharapkan dapat
meneruskan dan mengembangkan tanaman-tanaman yang tadinya dipandang sebelas
mata menjadi olahan luar biasa. Sedangkan prinsip utama yang mereka pegang
adalah penerapan UMKM dengan sistem E-commerce dapat menumbuhkan rasa
mandiri kepada setiap ibu-ibu terkait produk lokal yang mereka olah dari
persaingan pasar. Dan dari mengelola dusun ini dapat menjaga alam sekitar,
karena dengan usaha UMKM ini menjadi tulang punggung kedaulatan pangan sebuah
bangsa.
PENUTUP
Berdasarkan pemaparan
diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa transformasi digital Onboarding ke
E-commerce merupakan sebuah inovasi digital bagi pelaku UMKM yang berbasis
lokal khususnya di Dusun Kedung Pawon desa Sumber Kembar berbahan dasar olahan
keripik bayam dengan kandungan gizi yang baik bagi tubuh. Penerapan sistem E-commerce
pada UMKM nantinya dapat dibarengi dengan E-branding agar produk yang
dijual bisa diminati oleh masyarakat sehingga permintaan terhadap produk juga
meningkat. Inovasi teknologi penjualan ke sistem E-commerce dapat
membantu pemasaran produk dalam jangkauan yang sangat luas menembus pasar
global.
Apabila gagasan ini berhasil
direalisasikan dengan kerja sama antar masyarakat dan pemerintah secara
berkala, maka diharapkan dapat menjadi peluang wirausaha bagi masyarakat
khsusnya Desa Sumber Kembar. Sehingga tujuan pemulihkan ekonomi masyarakat
dengan membuka lapangan pekerjaan guna menjawab tantangan pasar global dapat
terlaksana, karena semakin maju UMKM maka akan ada lowongan kerja baru yang
tersedia.
DAFTAR PUSTAKA
Morakanyane, R., Grace, A., & O’Reilly, P
(2017) Conceptualizing digital transformation in business organizations: A
systematic review of literature. 30 th Bled EConference: Digital
Transformation – From Connecting Things to Transforming Our Lives, BLED 2017,
Nia Anggraini,.
(2021) Transformasi Digital Dari Berbagai Aspek. Insan Cendekia Mandiri:
Sumatra Barat, Mei 2021
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus